• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Bambu

Bambu dikenal sebagai tanaman serbaguna, mempunyai peran dalam menunjang kehidupan sehari-hari bahkan menjadi bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat. Jenis tumbuhan ini termasuk suku rumput-rumputan (Poaceae) yang umumnya hidup berumpun. Secara alami, bambu dapat tumbuh di berbagai tempat baik di tepi sungai, tepi pantai, lembah, lereng bukit bahkan di daerah pegunungan dengan ketinggian 2.000 m dpl. Indonesia memiliki sekitar 125 jenis bambu, dari jumlah itu 50 jenis diantaranya mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku kerajinan dan industri.

Kebun Raya Bali memiliki 58 jenis koleksi bambu. Dari jumlah tersebut, enam jenis merupakan bambu endemik Bali yaitu Tiing Ooh (Bambusa ooh Widjaja & Astuti), Tiing Alas (Dinochloa sepang Widjaja & Astuti), Tiing Aya (Gigantochloa aya Widjaja & Astuti), Tiing Betung Bali (Gigantochloa baliana Widjaja & Astuti), Tiing Jajang Taluh (Gigantochloa taluh Widjaja & Astuti) dan Tiing Kedampal (Schizostachyum castaneum Widjaja).

Bambu memiliki keunggulan dibandingkan kayu, karena bambu mempunyai rasio penyusutan yang kecil, dapat melengkung (elastis), tahan terhadap tekanan, dan memiliki daya rentang yang tinggi. Kanopi bambu mampu menahan, memperkecil ukuran, dan memperlambat jatuhnya butiran air hujan sehingga mampu meningkatkan kapasitas air tanah. Daun bambu yang lebat dan hijau memiliki efek menyaring udara yang lebih besar dibandingkan daun-daun pohon kayu, juga mengurangi temperatur udara, serta mampu menyerap debu dan gas beracun sehingga berkontribusi besar terhadap pengurangan polusi udara.

Selain batang dan daunnya, akar bambu juga dapat menahan sekitar 5,8 m� tanah. Akar bambu cocok untuk memperkuat tanah-tanah miring, tanah rawan longsor, dan lahan kritis.