• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Garden News

Peneliti KRBali - LIPI. Teliti Baru Rafflesia di Lumajang, Jawa Timur


Senin, 2017-10-16.  Akhir Juli 2017 yang lalu, kota Lumajang digemparkan dengan penemuan 18 kuntum bunga Rafflesia oleh Laskar Semeru http://lumajangsatu.com/baca/wow-laskar-semeru-temukan-18-bunga-rafflesia-arnoldi-di-hutan-tempursari). Pemberitaan yang menyebut bunga tersebut sebagai Rafflesia arnoldii tak pelak membuat Dewi Lestari, M.Si -peneliti Kebun Raya Bali (LIPI)- penasaran. Dewi yang memang sedang melakukan penelitian mengenai jenis-jenis Rafflesia khususnya di Jawa Timur ini kemudian berkoordinasi dengan stakeholder terkait (Laskar Semeru, BKSDA SKW VI Probolinggo, BKSDA SKW III Jember, Perhutani, Pemda dan Koramil setempat). Bersama mereka, awal Agustus 2017 Dewi berkesempatan mengunjungi lokasi tempat ditemukannya salah satu jenis tanaman yang dilindungi tersebut. Agus Susatya, peneliti senior dari Universitas Bengkulu turut bergabung dalam tim monitoring.

Dari hasil pengamatan di lapangan, Agus dan Dewi mengkonfirmasi bahwa jenis yang ada di Lumajang tersebut bukanlah Rafflesia arnoldii, melainkan Rafflesia zollingeriana. Rafflesia merupakan tumbuhan parasit pada tanaman Tetrastigma sebagai inangnya. Di Indonesia, terdapat sekitar 13-14 jenis Rafflesia. Rafflesia arnoldii ditemukan tumbuh di daerah Sumatera dan paling banyak ditemukan di daerah Bengkulu, sementara Rafflesia zollingeriana tercatat pernah ditemukan di Jember dan Banyuwangi sehingga penemuannya di Lumajang merupakan catatan persebaran baru. Diameter bunga Rafflesia zollingeriana hanya berkisar antara 20-40 cm, lebih kecil jika dibandingkan Rafflesia arnoldii yang mencapai 70-110 cm.

Sepanjang pengamatan tim, terdapat dua koloni Rafflesia zollingeriana yang ditemukan di Lumajang dengan jumlah total 20 individu. Saat peninjauan, tim menemukan Rafflesia tersebut dalam beberapa kondisi, yaitu sedang mekar, pasca mekar ataupun yang masih dalam bentuk kenop dengan berbagai ukuran diameter. Meski kedua koloni tersebut berada dalam kondisi sehat, kekhawatiran akan terjadinya kerusakan populasi patut menjadi perhatian. Kawasan hutan yang menjadi habitat Rafflesia zollingeriana tersebut berada di bawah pengelolaan Perhutani, namun sering diakses oleh masyarakat sekitar untuk mencari pakan ternak sehingga diperlukan pengelolaan kawasan lebih lanjut agar populasi Rafflesia zollingeriana ini tetap terjaga.

Tim berharap rencana untuk mengembangkan lokasi ditemukannya Rafflesia zollingeriana sebagai lokasi wisata juga dipertimbangkan, mengingat sifat parasitisme Rafflesia yang rentan. Dikhawatirkan jumlah dan perilaku wisatawan yang sulit dikontrol akan menyebabkan tanaman ini terganggu. Dewi menambahkan, jalur menuju habitat ditemukannya tanaman tersebut juga sangat ekstrim. Wisatawan yang penasaran dan tidak memperhitungkan kemampuan serta kondisi fisiknya dikhawatirkan malah justru akan membahayakan diri sendiri (Kebun Raya Bali/WSL. Dok.:DL).


See all news

<< First | < Previous | 1 |2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >> |