• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Garden News

Jejak Tumbuhan Paku   Era Dinosaurus Di   Kebun Raya Bali


Selasa, 2016-01-26.  Udara pagi masih terasa dingin. Cahaya mentari pun masih malu-malu menerobos sela dedaunan. Di kejauhan Nampak samar sosok tinggi besar berdiri tegak. Ya, itu adalah bangunan untuk koleksi lumut berbentuk Dinosaurus. Lokasinya berada di Taman Cyathea, Kebun Raya Bali. Taman Cyathea merupakan areal khusus bagi koleksi lumut, likofita dan tumbuhan paku yang nenek moyangnya sudah ada sejak era Dinosaurus. Nama taman ini berasal dari nama marga tumbuhan paku pohon yang mendominasi kawasan, yaitu Marga Cyathea.

Taman seluas dua hektar ini diresmikan pada tahun 1996, tepatnya di petak XI.E dan ditanami koleksi sesuai sukunya dan ditata berdasarkan unsur estetika. Pada tahun 2013 koleksi ditata ulang dan disusun berdasarkan sistem klasifikasi terkini. Koleksi tumbuhan paku diurutkan berdasarkan sejarah evolusinya mulai dari yang dianggap paling tua (Ophioglossaceae, Psilotaceae, Equisetaceae dan Marattiaceae) hingga ke yang paling muda yaitu tumbuhan paku sejati (Leptosporangiate).

Menurut Wenni Setyo Lestari, Peneliti Paku Kebun Raya Bali "Sistem klasifikasi terkini yang didasarkan pada studi filogenetik merupakan landasan yang kuat dalam penataan koleksi." Studi filogenetik memungkinkan tiap takson diurutkan sesuai dengan hubungan kekerabatan dan evolusinya, sehingga memudahkan dalam mempelajari dan mengelola koleksi, tambahnya. Usaha penataan kembali koleksi tumbuhan paku berdasarkan sistem klasifikasi terkini yang dilakukan oleh Kebun Raya Bali ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh kebun raya di Indonesia.

Sebanyak 183 jenis tumbuhan koleksi ada di taman paku ini. "Mereka berasal dari Indonesia, khususnya dari kawasan Indonesia bagian Timur dan juga dari luar negeri yang diperoleh melalui sumbangan spora," jelas Wenni.

Wenni juga menambahkan bahwa validasi nama koleksi berdasarkan data terbaru harus terus dilakukan, karena masih terdapat kesalahan identifikasi pada tanaman koleksi belum teridentifikasi hingga tingkat jenis atau penempatannya belum sesuai dengan pengelompokan sukunya. Penataan taman koleksi dengan melengkapi informasi mengenai tumbuhan paku agar pengunjung dapat memperoleh pengetahuan (terkini) juga menjadi prioritas. (Gede Wawan Setiadi)


See all news

<< First | < Previous | 1 | 2 |3 | 4 | 5 | Next > | Last >> |