• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Garden News

Upaya Konservasi   Bambu di Kebun Raya Bali


Rabu, 2015-01-27.  Bambu merupakan tanaman yang mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Ia berperan penting dalam kehidupan sehari-hari bahkan menjadi bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat. Dengan berbagai inovasi dan kemajuan teknologi, bambu telah diolah menjadi bahan makanan dalam bentuk rebung kalengan, bahan bangunan, bahkan digunakan dalam industri pariwisata. Di Bali hampir semua masyarakat Hindu memanfaatkan bambu sebagai sarana dalam upacara keagamaan.

Indonesia memiliki sekitar 125 jenis bambu, dan dari jumlah itu 50 jenis diantaranya mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku kerajinan dan industri.

Bambu memiliki fungsi ekologis yang baik terutama dalam watershed management. Selain itu rumpun-rumpun bambu yang rapat dengan cabang sangat efektif melindungi dan mencegah tanah erosi. Kanopi bambu mampu menahan, memperkecil ukuran dan memperlambat jatuhnya butiran air hujan sehingga dapat meningkatkan kapasitas air tanah. Selain batang dan daunnya, akar bambu juga dapat menahan sekitar 5,8 m³ tanah. Akar bambu cocok untuk memperkuat tanah-tanah miring, tanah rawan longsor dan lahan krisis.

Menurut Mery Suzanna (Kebun Raya Bogor), petani tanaman hias di daerah Sawangan Bogor memanfaatkan akar bambu yang telah lapuk sebagai alternatif pengganti pakis untuk media tanam. Alasannya akar bambu selain mudah diperoleh, fungsinya juga sama dengan pakis yaitu dapat menjaga porositas media tanam terutama tanaman hias dalam pot, karena akar bambu mempunyai bentuk fisik yang hampir sama dengan pakis, hanya ukurannya lebih besar. Untuk penggunaannya sebagai media tanam, cacahan akar bambu dicampur dengan bahan lain seperti kompos dengan perbandingan 3:1.

Melihat sedemikian banyak potensi bambu, Kebun Raya Bali sebagai lembaga pemerintah memiliki tanggung jawab turut menjaga kelestarian jenis-jenis bambu khususnya yang berasal dari kawasan Timur Indonesia. Koleksi bambu ditanam di petak XI.D dan ditata sedemikian rupa dalam sebuah Taman Bambu. Hingga bulan Desember 2015 telah memiliki 86 jenis koleksi Poaceae. Dari jumlah tersebut enam jenis merupakan bambu endemik Bali yaitu tiing ooh (Bambusa ooh), tiing alas (Dinochloa sepang), tiing aya (Gigantochloa aya), tiing betung Bali (G. baliana), tiing jajang taluh (G. taluh) dan tiing kedampal (Schizostachyum castaneum). Penambahan jenis terus diupayakan melalui kegiatan eksplorasi, tukar menukar, maupun sumbangan dari masyarakat. (I Wayan Mudarsa)


See all news

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 |4 | 5 | Next > | Last >> |