• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Garden News

Peneliti di KR Bali Ikuti Simposium Program Gelar RISET-Pro


Jumat, 2019-12-13.  Dua alumni penerima Program Beasiswa 'Research & Innovation Science & Technology Project' (RISETPro), Aninda Retno Utami Wibowo dan Siti Fatimah Hanum berkesempatan menghadiri Simposium Program Gelar RISET-Pro dengan tema "Pembangunan SDM Iptek: Membangun Ekosistem Inovasi Berdaya Saing Global" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (3/12). Acara yang dihadiri oleh Menristek/Ka. BRIN Bambang Brodjonegoro bertujuan sebagai wadah berdiskusi, bertukar pikiran, sekaligus menjalin relasi dengan para alumni program gelar RISET-Pro (IASPro) yang sukses studi di luar negeri.

Dalam paparannya, Menteri Bambang mengatakan "RISETpro merupakan salah satu program SDM unggul penting dalam pengembangan ekosistem riset di Indonesia. Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM peneliti dan perekayasa nasional. Jadi apapun penelitian yang dilakukan di Indonesia, pasti berpusat pada SDM unggul."

Menristek/Ka. BRIN menekankan selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan, memahami perkembangan sains dan teknologi terbaru, hal terpenting bagi peneliti dan perekayasa saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik di luar negeri adalah mereka dapat merasakan, mempelajari dan terlibat di lingkungan riset perguruan tinggi di negara maju. Ia berharap para peneliti, perekayasa dan akademisi yang telah menyelesaikan studi dapat mengadopsi lingkungan riset (research environment) dan menerapkannya di instansi masing-masing, sekembalinya mereka ke Indonesia.

Aninda, Peneliti di Kebun Raya Bali sekaligus alumni Program Beasiswa RISETPro menyatakan "RISETPro sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas pribadi sebagai peneliti. Saya telah mendapatkan banyak tambahan ilmu dan juga skill selama menempuh studi master di Leiden University-Belanda. Beasiswa RISETPro juga memberi peluang untuk melakukan simposium internasional". Peneliti anggrek di KR Bali ini juga menambahkan bahwa faktor penting untuk mendapatkan beasiswa RISETPro adalah telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari universitas di luar negeri, kemampuan bahasa inggris, lolos Tes Potensi Akademik dan tujuan program studi sesuai dengan tupoksi instansi.

Disamping itu, kiat untuk meraih beasiswa RISETPro menurut Aninda adalah perlu belajar bahasa Inggris, praktek dan berinteraksi dengan peneliti luar atau menulis jurnal berbahasa Inggris, berkonsultasi dengan kolega atau peneliti lain tentang pengembangan riset yang diminati sehingga benar-benar memahami target ilmu dalam program studi yang akan dipilih. (BKHH Kawasan Bali)


See all news

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |Next > | Last >>