• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Garden News

Kegiatan Penelitian & Pengembangan Di Kebun Raya Bali


24/06/2011.  Kebun Raya Bali sebagai sebuah lembaga konservasi dan penelitian memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus meningkatkan jumlah koleksi tumbuhan serta mengembangkan hasil-hasil penelitian demi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Jumlah koleksi tumbuhan yang semakin bertambah berasal dari kawasan timur Indonesia yang diperoleh dari kegiatan eksplorasi, sumbangan maupun seed Exchange dengan berbagai pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan dukungan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia yang berpengalaman, menjadikan Kebun Raya Bali sebuah laboratorium alam yang menyimpan banyak potensi untuk diteliti dan dikembangkan.
Kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah berjalan di Kebun Raya Bali dibagi menjadi tiga kelompok peneliti (kelti) sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing peneliti. Ketiga kelompok tersebut terdiri dari; Kelompok penelitian konservasi; Kelompok penelitian domestikasi; Kelompok penelitian Re-Introduksi.
Kegiatan penelitian dan pengembangan di Kelti konservasi ini diprioritaskan pada jenis tumbuhan berdasarkan status konservasi dan endemisitasnya, serta bidang kepakaran anggota peneliti di dalamnya. Jenis tumbuhan yang mendapat prioritas di Kelti ini yaitu anggrek (Orchidaceae), bambu (Poaceae), paku (Cyatheaceae, Dicksoniaceae) dan talas-talasan (Araceae). Aspek penelitian dan pengembangan yang dikaji meliputi biologi tumbuhan (taksonomi, fenologi, fisiologi, genetika dsb.), autekologi (studi habitat dan populasi), etnobotani, re-introduksi serta penanggulangan hama penyakit tanaman.
Kegiatan di Kelti Domestikasi bertujuan untuk melakukan penelitian domestikasi taksa prioritas sebagai upaya pemanfaatan sumber daya alam nasional dan untuk penganekaragaman tanaman hias, obat dan pangan. Beberapa kegiatan penelitian dan pengembangan yang berada di bawah Kelompok Penelitian Domestikasi ini adalah "Domestikasi dan Pengembangan Begonia spp.", "Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Berpotensi Obat dan Pangan dari Bali dan Nusa Tenggara" serta inhouse research (Penelitian dan Pengembangan Rhododendron javanicum, R. radians dan R. renschianum; Penelitian dan Pengembangan Anggrek Kantung (Paphiopedilum javanicum (Reinw.) ex. Lindl. & Pfitz.) secarara in-vitro; dan Penelitian dan Pengembangan Adiantum spp.).
Sedangkan Program penelitian di kelompok Re-introduksi terkait dengan pembuatan Plot Permanen di Tiga Bukit Cagar Alam Batukahu Bali, yakni Bukit Pohen (2010), Bukit Tapak (2011) dan Bukit Lesung (2012). Adapun mekanisme dari penelitian ini adalah variasi kajian ilmiah terkait misalnya kajian lansekap ekologi, etnoekologi, karbon stok, komunitas tumbuhan, serta populasi dan autekologi. Selain itu dalam Kelti ini juga terdapat program "Tumbuhan Langka Lokal Bali" yang menitikberatkan pada kawasan kritis dataran tinggi dengan menginventarisasi luasan kawasan kritis dan keanekaragaman tumbuhan yang masih bertahan hidup serta mengambil material untuk perbanyakan ex-situ ; dan juga terdapat program pengembangan yang merupakan suatu usaha untuk mempromosikan konsep (permodelan) dalam kegiatan restorasi ekosistem yang meliputi re-introduksi dan rehabilitasi kawasan kritis ke para stakeholder terkait.
Semoga dengan adanya tiga Kelompok peneltian ini terus meningkatkan pencapain yang positif sesuai dengan tupoksi dan rencana yang telah disusun oleh Kebun Raya Bali. Selamat bekerja rekan-rekan peneliti Kebun Raya Bali.
[ Kembali ]
Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/krbali/public_html/garden_newsall.php on line 192
<< First | < Previous | Next > | Last >>