• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Garden News

Pelaksanaan Diklat Perkebunrayaan dalam Kerangka Pembangunan Kebun Raya Daerah di Kebun Raya Bali


02/05/2013.  Masuknya pembangunan kebun raya daerah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kedua tahun 2010-2014 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010, sebagai salah satu kegiatan Prioritas Nasional ke-9 (PN 9) tentang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, menjadikan posisi kebun raya dalam upaya penyelamatan, pengkajian dan pemanfaatan tumbuhan Indonesia menjadi semakin strategis. Kebun Raya tidak hanya memiliki peran penting di bidang konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan, dan wisata, namun juga memberikan kontribusi signifikan dalam jasa lingkungan. Penetapan Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 tentang Kebun Raya semakin memperkuat dasar pelaksanaan percepatan pembangunan Kebun Raya Daerah. Hingga tahun 2012, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor telah berperan aktif dalam pembangunan 21 Kebun Raya Daerah, salah satunya melalui pelaksanaan diklat perkebunrayaan.



Diklat perkebunrayaan dalam rangka pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi ex-situ tumbuhan tropika Indonesia dan perkebunrayaan dilaksanakan pada tanggal 3-7 April 2013 di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya "Eka Karya" Bali-LIPI. Diklat dibuka oleh Kelapa LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim pada hari Rabu, 3 April 2013 di Gedung Nayaka Loka Kebun Raya Bali. Pelaksanaan diklat ini dibagi dalam dua tahap, yaitu diklat kelas manajemen yang berlangsung tanggal 30-4 April 2013, dan diklat kelas teknis yang dilaksanakan tanggal 5-7 April 2013. Pesertanya merupakan perwakilan dari 21 kebun raya daerah.



Sesuai dengan pasal 19 Bab IV Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 tentang Kebun Raya, LIPI melalui PKT Kebun Raya Bogor melalukan pembinaan dan pengawasan teknis pembangunan kebun raya di Indonesia. "Diklat perkebunrayaan ini bertujuan membantu Pemerintah Daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang terlatih dan memahami kaidah perkebunrayaan, agar dapat mengelola Kebun Raya daerah," ungkap Ir. Mustaid Siregar, M.Si., Kepala Kebun Raya Bogor. "Di samping itu, diklat ini juga bertujuan mendukung percepatan pembangunan Kebun Raya Daerah, dan memperkuat posisi PKT Kebun Raya Bogor sebagai pemangku peran koordinatif yang memberikan pembinaan dan pengawasan teknis perkebunrayaan," imbuhnya.



Diklat kelas manajemen membahas mengenai Manajemen Koleksi dan Manajemen Riset Kebun Raya. Materi ini akan diberikan dalam bentuk presentasi di kelas dan pembuatan concept paper dengan tema: Menyusun Strategi Pengayaan dan Pemanfaatan Koleksi Kebun Raya Daerah. Diklat kelas Manajemen ini melibatkan pembicara ahli di berbagai bidang yang berkaitan dengan pembangunan kebun raya daerah, antara lain: Dr. Siti Nuramaliati Prijono (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI); Dr. Ir. Mesdin Simarmata, M.Sc (Direktur Industri, IPTEK, dan BUMN, BAPENAS); Dr. Dadang Rukmana, DEA (Direktur Perkotaan, Direktorat Jendral Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia); Edi Sugiharto, S.H., M.Si (Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia); Direktur Jenderal Pembangunan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; dan Dr. Joko R. Witono, M.Si (Kepala Bidang Konservasi Ex Situ, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI).



Berbeda dengan kelas manajemen, diklat kelas teknis lebih menitikberatkan pada materi tentang pembibitan dan pemeliharaan koleksi di kebun raya yang akan disusun. Selain pemberian materi di kelas, peserta diajak praktikum dan demo secara langsung di lapangan. Pembicara pada kelas teknis ini dilakukan oleh para peneliti ahli dari PKT Kebun Raya Bogor, antara lain; Dr. Reni Lestari, Dr. Siti Roosita Ariati, Dr. Izu Andry Fijridiyanto, Dr. Dian Latifah, Dr. Kartika Ning Tyas, Yupi Isnaini, M.Si, dan Ir. D.M. Puspitaningtyas, M.Sc.



"Diklat ini diharapkan mampu mencetak SDM pengelola kebun raya daerah yang menguasai dasar-dasar perkebunrayaan, pemahaman filosofis perkebunrayaan, kaidah-kaidah dasar, serta prosedur teknis dalam pengelolaan kebun raya," tutur Winda Utami Putri, S.Hut, selaku ketua panitia diklat. (Muntadliroh)


[ Kembali ]
Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/krbali/public_html/garden_newsall.php on line 192
<< First | < Previous | Next > | Last >>