• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Garden News

Seminar On Climate Change and Green-Low Carbon Development


08/10/2013.  Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, Barangkali kata bijak tersebut sering kita dengar sebagai motivator untuk tidak jemu dalam menuntut ilmu, karena ilmu tidak mengenal batas usia dan negara. Kiasan di atas seirama dengan aktivitas yang saat ini diikuti oleh Arief Priyadi, salah satu peneliti Kebun Raya Bali yang menjadi peserta Seminar on Climate Change and Green-Low Carbon Development yang kebetulan diselenggarakan di Beijing, China dari tanggal 6 - 26 September 2013. Penyelenggara seminar ini adalah Departemen Perubahan Iklim, Komisi Pembangunan Nasional dan Pembaharuan (NDRC) Republik Rakyat Cina bekerjasama dengan Akademi Riset Makroekonomi (AMR-NDRC).



Kegiatan ini diikuti oleh 43 orang, merupakan delegasi dari Cuba, Bahama, Costarica, Mali, Sudan, Ethiopia, Kenya, Tanzania, Ghana, Uganda, Maldives, Sri Lanka, Madagaskar, Pakistan, Bangladesh, Eritrea, Armenia, Thailand, Filipina, Cambodia, Vietnam, Indonesia, Papua Nugini, Fiji, dan Tonga. "Perwakilan dari tiap negara terdiri atas 2 - 3 orang, rata-rata merupakan staf dari kementerian lingkungan hidup, kehutanan, atau lembaga yang terkait dengan perubahan iklim," tutur Arief. Perwakilan dari Indonesia terdiri dari dua orang, yaitu Arief Priyadi (KR Bali - LIPI) dan Iwan Rijwan (Kementerian ESDM - Bandung). Dalam kesempatan ini Arief mempresentasikan mengenai kondisi geografi dan demografi Indonesia, dampak buruk perubahan iklim, dan juga tindakan untuk mengatasinya. Dalam hal ini, contoh nyata yang bisa dilakukan oleh KR Bali dengan Reintroduksi-nya adalah kegiatan reboisasi/afforestation/reintroduksi tanaman pohon dalam rangka meningkatkan carbon sink/rosot karbon.



Menurut Arief, seminar ini merupakan perwujudan konsep kerjasama selatan-selatan (South-South Cooperation), dimana dalam hal ini Cina berperan sebagai koordinator dan pemrakarsa. Kerjasama ini bertujuan untuk penguatan adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim bagi negara-negara berkembang, dan juga peningkatan posisi tawar negara berkembang terhadap negara maju dalam negosiasi internasional terkait perubahan iklim. "Seminar ini juga membahas perihal carbon trading (perdagangan karbon). Konsepnya adalah pihak yang menghasilkan emisi CO2, harus berupaya untuk mengurangi emisinya sampai target tertentu yang ditetapkan. Apabila target tersebut tidak tercapai, maka pihak tersebut bertanggung jawab untuk membantu pihak lain (dalam bentuk pendanaan) untuk menjaga kelestarian alam. Perdagangan semacam ini bisa dilakukan dalam skala regional, nasional, ataupun internasional," Imbuh Arief.



Keikutsertaan Arief Priyadi dalam kegiatan internasional semacam ini memberinya pengalaman baru. Menurut Arief, kegiatan semacam ini mampu mengasah kepercayaan diri dan menambah wawasan lintas budaya (cross culture). "Pelajaran yang saya petik adalah mencoba hal baru pasti sulit, tetapi ternyata setelah kesulitan ada kemudahan, seperti pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian - bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian," Tukas Arief. (Muntadliroh)


[ Kembali ]
Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/krbali/public_html/garden_newsall.php on line 192
<< First | < Previous | Next > | Last >>