• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Garden News

The 6th Asian Fern Symposium


28/10/2014.  Asian Fern Symposium (AFS) ke VI diselenggarakan pada tanggal 26-29 Agustus 2014 di Kebun Raya Bali dengan mengusung tema "Asian Fern Research: How far can we go?". Dr. Bayu Adjie, ketua panitia pelaksana mengatakan tema tersebut cukup provokatif, yang akan menantang para ilmuwan yang meneliti tumbuhan paku sampai sejauh mana penelitiannya akan dicapai.


Bayu menambahkan, tujuan symposium ini diarahkan untuk membangun interaksi dengan para ilmuwan paku internasional, memfasilitasi para peneliti pemula untuk mempresentasikan hasil karyanya di bidang tumbuhan paku, menjalin kerjasama lintas batas, dan memperkenalkan kepada masyarakat internasional akan keanekaragaman hayati dan budaya Indonesia.


AFS 2014 dibuka oleh Kepala UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya "Eka Karya" Bali Ir.I Nyoman Lugrayasa, M.Si. Dalam sambutannya Lugrayasa menyatakan AFS 2014 ini merupakan ajang bagi para ahli Pteridologist untuk menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penelitian bidang paku setelah empat tahun berlalu sejak penyelenggaraan AFS ke V di Shenzen, China tahun 2010.


Disamping itu, symposium ini juga dihadiri oleh ahli paku senior di Asia, Prof. Dr. Kunio Iwatsuki (University of Tokyo, Japan) yang mempresentasikan keanekaragaman spesies Pteridophytes di Asia; Prof. Dr. Noriaki Murakami (Department of Biological Sciences, Tokyo Metropolitan University, Japan); dan Dr. Harald Schneider (Life Sciences Department, Plants Division, Natural History Museum, Ukraena).


Sejumlah 73 peserta dari berbagai negara seperti Inggris, USA, New Zealand, Denmark, Jepang, China, Taiwan, Singapore, Malaysia, Filipina, Thailand, Sri Lanka, Brunai Darussalam, dan Indonesia turut berpartisipasi dalam AFS 2014. Penyelenggaraan Symposium ini juga didukung oleh Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia (PTTI) yang diketuai oleh Prof. Dr. Dedy Darnaedi.


Sara Thodberg, peserta symposium dari University of Copenhagen Denmark menyatakan antusiasnya dalam mengikuti program ini. Sara mengaku menyukai rangkaian program yang disajikan di symposium ini, menyukai lokasi dan para pesertanya dengan atmosfer Asia yang ramah.


AFS 2014 ditutup oleh Dr. Bayu Adjie dan telah disepakati bersama bahwa AFS ke VII mendatang akan diselenggarakan di Taiwan. Selain symposium, peserta AFS 2014 juga berkesempatan mengikuti training workshop identifikasi paku yang diselenggarakan pada 28 Agustus 2014 dan field trip ke Bukit Tapak, Tabanan pada 29 Agustus 2014. (Muntadliroh)

[ Kembali ]
Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/krbali/public_html/garden_newsall.php on line 192
<< First | < Previous | Next > | Last >>