• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8

Garden News

Fern Paradise, Surga Bagi Pecinta Tumbuhan Paku


18-05-2015.  "Semua berawal dari sini," kata Dr. Niwat Tantayanusorn, sambil menunjuk dadanya. "Setelah dimulai dari hati (niat), kemudian kita wujudkan apa yang ada di sini," tangannya berpindah menunjuk kepalanya. Itulah yang disampaikan oleh pemilik sekaligus penggagas "Fern Paradise", mengawali kata sambutannya saat menerima kunjungan lebih dari 30 peserta "Internship Programme on the Taxonomic Capacity Building on Bryophytes and Pteridophytes and Their Allies". Di kediamannya yang hanya berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota Chiang Mai (Thailand) itu, Dr. Niwat menceritakan awal mula hubungannya dengan tumbuhan paku. Walau tidak memiliki latar belakang ilmu biologi, Dr. Niwat yang seorang arsitek berusaha mewujudkan kecintaannya dengan menyulap kediamannya menjadi habitat bagi ratusan jenis tumbuhan paku yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.



Kediaman yang berdiri di atas lahan peninggalan almarhum orang tua sang istri itu memang ibarat oasis di tengah sahara. Tak hanya luas, lahan tersebut juga dipenuhi oleh berbagai pohon yang usianya sudah puluhan tahun. Dengan dibantu empat orang pegawai dan anggota keluarga yang lain, Dr. Niwat mengelola kediaman yang juga ia fungsikan sebagai resort. Terdapat sembilan rumah panggung yang bisa digunakan sebagai akomodasi bagi pengunjung yang ingin menginap. Rumah panggung tersebut sebenarnya merupakan lumbung padi tua yang ia selamatkan dari desa-desa penghasil beras yang kemudian dimodifikasi.



Tak hanya mengoleksi, Dr. Niwat juga memperbanyak sendiri tumbuhan paku yang dimilikinya. Dr. Niwat mengatakan, ia tak pernah menjual hasil perbanyakannya dan lebih suka memberikannya kepada orang yang ia percaya mampu untuk merawatnya. "Karena sudah suka, saya tidak pernah memikirkan bagaimana saya bisa membiayainya. Saya hanya perlu menunjukkan kesungguhan saya, dan percaya akan selalu ada jalan di sana, " ujarnya saat ditanya mengenai koleksinya. "Tumbuhan paku membutuhkan tempat yang lembab untuk bisa tumbuh dengan baik, karena itu sebaiknya disediakan kolam atau sumber air lainnya untuk membantu menjaga kelembaban lingkungan sekitarnya," ujar Dr. Niwat.



Berada di kediamannya yang rindang memang membuat kita seolah lupa, bahwa sebenarnya kita tengah berada di sebuah kota. Rimbunan pohon dan kicauan burung seolah meredam suara hiruk pikuk kendaraan serta aktifitas lain di sekitarnya. Tak heran jika tempat ini disebut sebagai paradise, karena tempat ini memang benar-benar surga (Wenni S. Lestari).


[ Kembali ]
Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/krbali/public_html/garden_newsall.php on line 192
<< First | < Previous | Next > | Last >>