• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Tanaman Upacara Agama Hindu

Taman Panca Yadnya merupakan tempat koleksi tanaman yang digunakan untuk Upacara Adat Hindu Bali “Yadnya” yang melibatkan tiga unsur yaitu bunga, api dan air. Yadnya berasal dari kata “Yad” yang artinya menuju keselamatan. Bunga melambangkan Siwa sebagai pelebur. Api simbol Brahma sebagai pencipta. Air simbol Wisnu sebagai pemelihara. Selain bunga, bagian-bagian lain dari tanaman seperti batang, daun, buah, umbi juga biasa digunakan untuk upacara tertuju kepada lima kelompok Yadnya:

  • Dewa Yadnya, pesembahan kepada Ida Sanghyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.
  • Pitra Yadnya, korban suci kepada leluhur.
  • Rsi Yadnya korban suci untuk memuliakan para Rsi, Pendeta, rohaniawan sebagai pembimbing umat.
  • Manusa Yadnya, korban suci untuk keselamatan umat manusia dari sejak bayi dalam kandungan sampai menikah.
  • Bhuta Yadnya, korban suci kepada Bhuta Kala atau mahluk yang lebih rendah tingkatannya dari manusia.
  • Kebun Raya Bali mengoleksi Tanaman Upacara Adat Hindu Bali mulai dari tahun 1991 dan terletak di dekat Pura Batumeringgit. Koleksi Tanaman Upacara Adat Bali terdiri dari 580 tanaman yang berasal dari 42 suku, 81 marga dan 130 jenis. Jenis tanaman yang menjadi koleksinya antara lain:

  • Pohon Dadap (Erythrina sumbumbrans) atau dikenal dengan nama Kayu Sakti. Hampir semua jenis Upacara Adat Hindu Bali memanfaatkan daunnya yang ditumbuk bersama beras dan kunyit sebagai bahan tepung tawar yang melambangkan sarana pembersihan kotoran pada sesaji dan manusia.
  • Sirih digunakan sebagai "porosan" yaitu campuran antara daun sirih, kapur sirih, dan pinang (Areca catechu) sebagai simbol Tri Sakti. Pinang melambangkan Dewa Brahma, daun sirih melambangkan Dewa Siwa, dan kapur sirih melambangkan Dewa Wisnu. Dalam Upacara Adat Hindu Bali, porosan ini dipakai sebagai pelengkap dalam menata sesaji.
  • Pisang (Musa paradisiaca) dalam Upacara Adat Hindu Bali biasa memanfaatkan satu sisir buahnya yang digunakan sebagai bantal pada jenazah yang akan dikubur.
  • Paku Sayur (Athyrium esculentum) akarnya biasa digunakan dalam Upacara Pitra Yadnya sebagai lambang rambut orang yang telah meninggal.
  •  

    Akses

    Taman Panca Yadnya terletak di dekat Pura Batu Meringgit, berjarak sekitar 450 meter dari Gerbang Utama.