• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Tupoksi

Penelitian

Kebun Raya Bali dikenal sebagai salah satu pusat penelitian keanekaragaman hayati dan konservasi. Peneliti kami melakukan penelitian di bidang hortikultura, keanekaragaman hayati dan konservasi tumbuhan. Beberapa tujuan utamanya adalah:

  • Untuk melestarikan keanekaragaman tumbuhan dari ancaman pemanasan global dan kepunahan.
  • Menyediakan data dasar taksonomi/botani sebagai fundamental ilmu pengetahuan.
  • Mempelajari proses evolusi yang mendasari munculnya keanekaragaman tumbuhan di atas bumi.
  • Program-program penelitian dan pengembangan kami diantaranya:

  • Eksplorasi flora Kawasan Timur Indonesia
  • Anggrek
  • Tumbuhan paku
  • Bambu
  • Begonia
  • Tumbuhan obat
  • Tumbuhan upacara agama Hindu
  • Araceae
  • Rhododendron
  • Fasilitas:

  • Laboratorium Kultur Jaringan
  • Herbarium Hortus Botanicus Baliense (THBB)
  • Rumah Kaca
  • Perpustakaan
  • Konservasi

    Lebih dari 2100 jenis tumbuhan yang tersimpan di Kebun raya Bali merupakan kekayaan yang sangat besar untuk penelitian dan gudang keunikan genetika tumbuhan. Tanaman ini akan sangat berguna untuk tujuan restorasi jika diperlukan.

    Salah satu fasilitas penelitian dan perbanyakan tanaman di Kebun Raya "Eka Karya" Bali adalah areal pembibitan seluas 1 ha yang dilengkapi dengan rumah kaca, bak persemaian dan lahan terbuka. Selain untuk koleksi, Pembibitan juga memperbanyak tanaman untuk re-introduksi, pembuatan taman dan untuk penjualan. Tanaman yang diperbanyak antara lain tanaman hias (Begonia spp ., Callistemon coccineus F. Muell, Phylodendron sp., Brunfelsia uniflora D. Don., Gerbera jamesonie Bolus, dll.), tanaman penghijauan (Altingia excelsa Noronha., Podocarpus imbricatus, Manglietia glauca Bl., Schima wallichii Choisy, Michelia alba DC., Michelia champaca L., Dysoxylum caulostachyum Miq., dll.), tanaman obat (Alstonia scholaris R. Br., Vitex trifolia L., Mentha arvensis L., dll.) dan tanaman upacara agama Hindu Bali (Hibiscus sp., Jasminum sambac Soland., Cordyline spp., Hydrangea macrophylla Ser., dll.). Pembibitan juga menjadi tempat aklimatisasi bagi tumbuhan hasil eksplorasi sebelum ditanam di lapangan serta lokasi persemaian biji hasil pertukaran dengan kebun raya atau instansi lain.

    Pembuatan KOMPENIT (Kompos Penambat Nitrogen) yang merupakan salah satu produk unggulan Kebun Raya "Eka Karya" Bali juga dilakukan di dalam areal Pembibitan. Di tempat ini, serasah daun dan rumput hasil pencukuran diolah menjadi kompos bermutu yang dengan penambahan bakteri Azotobacter mampu menambat Nitrogen bebas dari udara yang sangat dibutuhkan tanaman. Selain di Kebun Raya "Eka Karya" Bali sendiri, produk ini juga telah tersedia di beberapa toko pertanian dan swalayan Tiara Group di Bali.

    Fasilitas penelitian dan perbanyakan tanaman lainnya adalah Laboratorium. Saat ini, aktifitas di Laboratorium lebih dititikberatkan pada kegiatan penelitian dan perbanyakan menggunakan teknik in-vitro, khususnya untuk tanaman anggrek dan paku.

    Pendidikan

    Kebun Raya Bali memiliki kekayaan tumbuhan dari seluruh dunia dengan tema pertamanan yang beragam. Kebun ini juga dilengkapi dengan rumah kaca, kolam dan patung-patung.

    Sekolah dan Universitas dapat memanfaatkan kebun sebagai sarana pengajaran dan pembelajaran bagi guru dan siswa. Disini guru dan siswa dapat melihat, memegang sekaligus mencium berbagai keunikan bentuk dan aroma tanaman, sekaligus belajar berbagai habitat dan lingkungan hidupnya.

    Kebun Raya Bali juga memiliki Program Pendidikan Lingkungan dan Perkebunrayaan. Disini siswa akan dipandu oleh fasilitator untuk berkeliling kebun dan mempelajari berbagai isu yang berkaitan dengan tumbuhan, lingkungan, dan aspek budayanya. Program ini tersedia untuk berbagai tingkatan pendidikan dari SD, SMP dan SMU.

    Kebun Raya Bali terbuka sebagai tempat magang/kerja praktek, diklat, maupun penelitian bagi para mahasiswa, dosen, dan peneliti. Staf kami yang berpengalaman akan membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas, bimbingan, dan pelatihan.